Plus-Minus Keberadaan OTT Global di Indonesia

- 14 Agustus 2020, 17:24 WIB
Dampak OTT memiliki efek negatif bagi Indonesia /PhotoMIX-Company

JAKSELNEWS.COM - Terbukanya ekonomi Indonesia dilihat sebagai peluang bagi para pemain bisnis model Over The Top (OTT) global, seperti Google dan Facebook. Keterbukaan pasar Indonesia ini harus diikuti dengan pembentukan regulasi, terutama ketika meninjau kembali manfaat maupun potensi risiko jangka panjang karena keberadaan OTT global di Indonesia.

Institusi yang saat ini seharusnya membuat instrumen hukum maupun regulasi terkait industri digital di Indonesia dinilai masih belum bekerja dengan efisien. 

Seperti dilansir Jakselnews dari artikel Lingkarkediri.pikiran-rakyat.com berjudul Dampak OTT Global Dikhawatirkan Dapat Berefek Buruk bagi Indonesia, keterbukaan pasar Indonesia harus diiringi dengan adanya regulasi sehingga OTT dapat memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian nasional. Tak dipungkiri, OTT global memungkinkan terciptanya rangkaian supply chain yang luas terhadap produk digital dan  potensi value creation

Tetapi di sisi lain, terdapat risiko yang harus dihadapi negara yaitu potensi fraud, abuse melalui konten digital, serta berpotensi menimbulkan kanibalisasi terhadap produk layanan/jasa. Hal ini disampaikan Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) Telkom, Edward Simanjutak pada diskusi “Kedaulatan Jaringan Nasional dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi yang Kokoh dan Berkelanjutan di Bandung, Rabu 12 Agustus 2020. 

Saat ini, Google sudah membangun SKKL Indigo Cable System yang menghubungkan Singapura dan Australia sehingga dapat menjangkau Jakarta sebagai salah satu cabang rute cable system tersebut. Menyusul rencana penggelaran jaringan oleh OTT global, Edward menuturkan jika hal ini dikarenakan mereka telah menyadari nilai potensi pasar Indonesia yang tinggi hingga mendorong investasi dalam jumlah besar untuk membangun infrastruktur demi menjangkau wilayah Indonesia

Lebih lanjut, Edward menuturkan jika pemerintah tidak bisa menerima rencana ini tanpa mempertimbangkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi. 

“Saat ini, para operator telekomunikasi semakin terjepit dengan tekanan para pemain OTT global yang terus membanjiri pasar dengan beragam konten dan aplikasi yang notabene berdiri di atas infrastruktur yang dibangun operator lokal,” ujar Edward. 

Dengan izin pembangunan jaringan sendiri, OTT global akan melepaskan ketergantungan dari operator telekomunikasi dan mungkin memberikan layanan dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Kondisi ini, menurut Edward, dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat antara operator telekomunikasi lokal dengan pemain OTT global.

Pada akhirnya, industri telekomunikasi dalam negeri mungkin saja mengalami kemunduran. Selain itu, dengan penggelaran jaringan secara langsung oleh OTT global, mereka mendapatkan kuasa penuh atas data dan informasi pelanggan Indonesia yang berpotensi terhadap penyalahgunaan data maupun informasi sensitif yang mungkin mempengaruhi stabilitas negara.

Halaman:

Editor: Husain F.P

Sumber: Lingkar Kediri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X