Selandia Baru Lockdown Kota Terbesar Setelah 100 Hari Bebas Transmisi Lokal, Apa Yang Terjadi?

- 12 Agustus 2020, 14:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern /Lokmat.com

JAKSELNEWS.COM - Kasus baru Covid-19 tiba-tiba saja muncul di kota terbesar di Selandia Baru, Auckland. Kasus ini muncul setelah Selandia Baru berhasil menekan transmisi lokal selama 100 hari.

Prestasi Selandia Baru ini sempat menuai banyak pujian. Namun, pada Selasa 11 Agustus 2020 malam, empat suspect Covid-19 baru muncul di kota Auckland.

Keempat pasien tersebut diduga terinfeksi di sejumlah tempat. Dua di antaranya merupakan rekan kerja sedangkan dua lainnya adalah keluarga dari pasien positif Covid-19.

Dilansir dari artikel pikiran-rakyat.com berjudul Baru Dipuji 100 Hari Bebas Transmisi Lokal Covid-19, Selandia Baru Tiba-tiba Lockdown Kota Terbesar keempatnya pernah berkunjung ke tempat wisata di Rotorua. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Selandian Baru Ashley Boomflies.

Penduduk Rotorua telah diminta waspada sampai riwayat perjalanan dan kontak pasien dapat dilacak dengan jelas. Beruntungnya, belum terdapat dugaan orang lain yang berkontak erat dengan keempatnya sehingga penularan dapat dibatasi pada kota tersebut.

Keluarga terduga infeksi dikabarkan sempat menginap di Hotel Waiora antara tanggal 8-11 Agustus 2020 dan naik Skyline Gondola Luge pada hari Sabtu 8 Agustus.

Berdasarkan situasi tersebut, Ashley menaikkan darurat Covid-19 di Selandia Baru menjadi level 2. Sementara kota Auckland yang merupakan tempat asal keluarga pasien dinaikkan menjadi level 3 sampai 14 Agustus 2020 malam.

Kabar serta panduan lockdown kota segera dikabarkan melalui SMS kepada warga. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern turut berpidato untuk menenangkan warganya agar tidak panik.

"Kita telah melangkah terlalu jauh untuk berbalik ke belakang. Kuatlah dan jadilah baik…. Kita tahu apa yang harus kita lakukan karena kita sudah pernah berhasil sebelumnya," tegas Jacinda.

Hal serupa dilakukan oleh Wali Kota Auckland Phill Goff.

"Saya paham orang-orang mungkin agak takut, marah, dan bingung saat ini. Tak ada yang menginginkan lockdown lagi tetapi kita selalu tahu ini adalah kemungkinan yang nyata," tutur Phill.

"Saya mendesak semua warga Auckland untuk bersama-sama menghadapinya seperti dahulu kita telah menyingkirkan transmisi lokal…. Saya mohon tetap tenang, jangan belanja borongan, dan patuhi aturan lockdown," pungkas Phil.***

Editor: Husain F.P

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X