Meski Telah Mengundurkan Diri, Presiden Lebanon Minta PM Hassan Diab Tetap Bertahan

- 12 Agustus 2020, 23:49 WIB
Hassan Diab umumkan mundur dari jabatan Perdana Menteri Lebanon. /

JAKSELNEWS.COM - Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab resmi mengajukan pengunduran dirinya pada Presiden Lebanon Michel Aoun pada Senin 10 Agustus 2020 lalu.

Pengunduran diri Diab tersebut menyusul beberapa menteri dalam kabinetnya mundur karena merasa lalai atas kejadian ledakan Beirut.

Namun, Presiden Michel meminta Diab untuk tetap menjabat sampai kabinet baru terbentuk. Hal ini dilaporkan dalam laman insider.

Alasannya hingga kini belum ada kesepakatan terkait siapa yang akan mengisi posisi perdana menteri baru. Maka Presiden Lebanon tersebut memberikan kekuasaan terbatas kepada Hassan Diab selama masa transisi. Terkait hal tersebut, Direktur Carnegie Middle East Center di Beirut Maha Yahya memberikan keterangan kepada The Journal.

"Kami sedang 'terjun bebas', terus terang saja. Jika kita tidak segera mendapatkan pemerintahan dan mereka mulai memberikan semacam peta jalan untuk keluar dari jurang ini, satu-satunya jalan adalah turun dari jabatan," ujarnya, sebagaimana dikutip Jakselnews.com pada Pikiran-rakyat.com dalam artikel Buntut Ledakan Beirut Sebabkan Kabinet Diganti, Presiden Lebanon Minta PM Hassan Diab Bertahan.

Sebelumnya ledakan 2.750 amonium nitrat di pelabuhan Beirut telah menewaskan sekitar 150 orang dan melukai 5000 lainnya.

Atas tragedi ini, warga Lebanon menuntut para elit politik Lebanon mengundurkan diri karena dianggap korup dan tidak mampu menangani masalah.

"Setiap orang yang bertanggung jawab atas bencana ini harus dihukum, tidak hanya pemerintah. Mereka hanya memerintah negara selama sembilan bulan. Bagaimana kita bisa menyalahkan mereka? Ini seluruh rezim, seluruh sistem," ujar Hassan Hammoud (45), pemilik restoran di Lebanon.

Kemarahan warga juga dipicu oleh krisis ekonomi dan kelaparan yang dialami Lebanon beberapa dekade terakhir. Apalagi di tengah wabah Covid-19 yang merebak menyebabkan banyak penduduk Lebanon kehilangan pekerjaan. Sementara itu harga daging dan makanan pokok justru melesat naik.

Kelalaian pemerintah Lebanon untuk menangani beragam masalah tersebut pun diakui oleh Hassan Diab dalam pidato pengunduran dirinya.

"Kejahatan ini adalah hasil dari korupsi yang lebih besar dari negara ini. Saya nyatakan pemerintahan ini mundur, semoga Tuhan melindungi Lebanon," katanya.***

Editor: Husain F.P

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X