Duh! Masjid Hagia Sophia Jadi Klaster Covid-19 Gara-Gara Protokol Kesehatan Longgar

- 14 Agustus 2020, 23:12 WIB
Masjid Hagia Sophia. (Pikiran-Rakyat.com) /Pikiran-Rakyat.com

JAKSELNEWS.COM - Masjid Hagia Sophia atau yang juga awam dikenal dengan nama Aya Sofya menjadi klaster baru Covid-19 di Turki, setelah pelaksanaan Idul Adha. Tempat Ibadah di Istanbul tersebut menjadi klaster baru penyebaran virus Corona setelah dibuka kembali menjadi masjid oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 10 Juli lalu.

Para profesional kesehatan menilai tercatatnya kasus positif di Hagia Sophia karena tindakan pencegahan yang tidak diikuti secara ketat selama pelaksanaan ibadah.

Pada 24 Juli 2020 lalu, sedikitnya 350 ribu orang memadati Hagia Sophia pada salat Jumat perdana, usai museum itu beralih fungsi menjadi masjid.

Seperti dilansir Jakselnews.com dari artikel Hagia Sophia Jadi Klaster Baru Covid-19 di Turki, Catat Lebih dari 1.000 Orang Setelah Idul Adha yang mengutip Arab News, sebanyak 500 jemaah, termasuk anggota parlemen dan jurnalis dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Karena kejadian tersebut kini jumlah kasus baru Covid-19 di Turki mulai mencatat peningkatan dan sudah melebihi 1.000 kasus tepat setelah Idul Adha.

Kalangan dunia kesehatan mengatakan pandemi memburuk pada bulan lalu, dan pembukaan Hagia Sophia untuk ibadah tanpa tindakan pencegahan yang tepat dan tegas menjadi penyebab lonjakan tersebut.

"Setelah pembukaan Hagia Sophia, kami mendengar banyak kasus di kalangan politisi," kata seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya kepada Arab News.

Dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit di Sivas, menambahkan jika tes corona dilakukan secara masif kepada warga, jumlah kasus kemungkinan akan jauh lebih tinggi.

Keputusan pemerintah untuk menahan angka kasus positif dalam perawatan intensif dan mereka yang diintubasi telah meningkatkan kembali kekhawatiran masyarakat mengenai virus corona di negara itu.***

Halaman:

Editor: Setiawan R

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X