Corona di Jakarta Melonjak Tajam, Ternyata karena ini Penyebabnya…

- 21 Juli 2020, 12:34 WIB
Corona Virus Covid-19. (Pixabay) /(Pixabay)

Kasus corona di Jakarta terus melonjak tajam. Berdasarkan data BNPB pada Minggu 19 Juli 2020, Jakarta kembali menjadi daerah dengan kasus positif corona tertinggi di Indonesia.

Pada 19 Juli terjadi lonjakan positif corona di Jakarta, yang jumlahnya mencapai 313 kasus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Karena hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB transisi sejak Jumat 17 Juli 2020 hingga 30 Julin 2020.

Kabid Penegakan dan Penindakan Satpol PP DKI Jakarta, Agus Irmanto mengatakan bahwa lonjakan corona di Ibu Kota terjadi karena masyrakat yang tidak disiplin mengenakan masker. Dia memperkirakan ada sekitar 27 ribu warga Jakarta yang masih tidak mengenakan masker pada masa pandemik ini.

Hal senada dikatakan Dewan Pakar Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra. Menurutnya masih banyak warga Jakarta yang tidak mengenakan masker, hingga membuat kasus positif corona melonjak tajam.

“Kenyataannya masih banyak yang tidak disiplin, masih cuek dan permisif,” kata Hermawan.

“Jadi wajar saja kasus positif naik terus dan DKI Jakarta belum terkendali,” dia melanjutkan.

Untuk menekan angka lonjakan corona di Jakarta, Hermawan meminta Pemprov DKI untuk menerapkan PSBB seperti sebelumnya.

“Seharusnya Pemerintah DKI mengevaluasi PSBB. Tidak lagi menggunakan istiilah transisi, tetapi PSBB yang sebenarnya. Itu perlu kesabaran, kesadaran dan daya tahan,” katanya.

Halaman:

Editor: Ardi Soedirjo


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X