Anies: Hai Kau Penabrak Lari, Datangi Kami, Laporkan Diri

- 24 Juli 2020, 19:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. /

Insiden tabrak lari yang menewaskan seorang anggota Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelapa Gading Barat, Jakarta, membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram. Kegeraman Anies disampaikan lewat akun Instagramnya pada Kamis, 23 Juli 2020.

"Lihatlah wajah Cantika, bayi 3 bulan, ia kini yatim. Lihatlah wajah anak Melati, ia kini yatim. Lihatlah wajah istrinya, ia kini janda. Mereka adalah istri dan anak dari petugas kebersihan yang kau hajar dengan motormu tadi pagi," tulis Anies, seperti dikutip Jakselnews.com dari Pikiran-rakyat.com.

Anies menyebut, pelaku tabrak lari yang merupakan pemotor itu tidak punya tanggung jawab.

"Dia terkapar, tak lagi bernyawa. Dan kau ngacir. Menghinakan Ibumu, orang tuamu. Seakan ibumu, ayahmu tidak pernah mendidikmu soal tanggung jawab. Kau tinggalkan ia terkapar di jalanan, kau pikir yang kau tabrak itu gelondongan kayu!?," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Taka (43) sang petugas PPSU meninggal dunia akibat tabrak lari, saat sedang bertugas. Tak tanggung-tanggung, Anies menulis panjang lebar soal kegigihan Taka dalam bekerja dan kesedihan yang harus dialami keluarga yang ditinggalkan.

"Ketahuilah, dia manusia, namanya Taka. Umurnya 43 tahun. Dia adalah ayah, dia suami. Dia pekerja keras. Dia berjuang untuk keluarganya. Tiap pagi, jam 3 dini hari dia berangkat dari rumah. Dia membersihkan jalanan disaat mayoritas masih terlelap," tambahnya

Sungguh miris, bahkan Cantika, putri Taka yang baru berusia 3 bulan, terus tersenyum menjelang pemakaman Taka, tentu belum memahami bahwa ayahnya tiada.

"Sejak pagi air mata istri dan anaknya mengalir. Bayi umur 3 bulan ini digendong dan ditatap sendu oleh ibunya. Bayi itu terus menerus senyum, tidak ada suara tangis darinya," tulisnya.

Gubernur DKI tersebut turut melepas jenazah yang akan dimakamkan di kampung halamannya, Indramayu.

"Keluarga amat sederhana itu siang tadi pulang ke Indramayu, membawa pulang jenazah suami dan ayahnya. Ratusan petugas PPSU ikut melepas. Bayi Cantika digendong ibunya, duduk di kursi depan. Saat sirene berbunyi, kendaraan bergerak, dan suasana haru memuncak," ujarnya.

Halaman:

Editor: Setiawan R

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X