Gelapkan Duit Investor, Pria AS Produksi Film Porno demi Bertahan Hidup di Bali

- 24 Juli 2020, 21:20 WIB
Ilustrasi tangan diborgol. (Unsplash) /Unsplash

Kepolisian Daerah Bali mengamankan seorang buronan Amerika Serikat yang terlibat kasus penipuan investasi di negeri Paman Sam tersebut. Kasus yang membelit Beam Marcus, sang buronan Interpol, melibatkan uang ratusan ribu Dolar.

Ironisnya, menurut keterangan Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, demi bertahan hidup di Pulau Dewata, Marcus membuat dan menjual video porno.

Petrus mengatakan, Marcus disinyalir melarikan diri dari Amerika Serikat dengan menggunakan paspor palsu dan berhasil masuk ke Bali pada bulan Januari silam.

Petrus, sebagaimana dilansir dari SCMP yang mengutip Associated Press, menerangkan bahwa Marcus ditangkap bersama kekasihnya yang berkebangsaan Amerika Serikat juga. Mereka diamankan dari sebuah vila di Badung, Kamis malam, dengan surat perintah penangkapan dari Interpol.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) dalam website resminya mengatakan bahwa pria asal Woodridge, Illinois tersebut diduga menyelewengkan dana sebesar setengah juta Dolar Amerika Serikat dari para investor yang seharusnya menempatkannya pada instrumen investasi.

Alih-alih menginvestasikannya, Marcus membelanjakannya untuk kepentingan dan usaha pribadi. Untuk menutupi kebusukan aksinya, Marcus membuat dan mengirimkan laporan akun palsu kepada para investornya. Alhasil, ia tidak bisa menyerahkan uang para investor ketika diminta.

SEC menyebutkan bahwa pihaknya sudah membawa kasus ini ke meja hijau.

Dalam konferensi pers yang digelar Polda Bali, Marcus tampil dengan masker dan face shield. Ditunjukkan pula sejumlah barang bukti berupa beberapa lembar paspor, sebuah pisau lipat, 14 alat bantu seks, lima telepon genggam, dan 13 perangkat elektronik lainnya.

“Dia sudah membuat beragam video porno, dan menjualnya di situs online untuk mendapatkan uang dan membiayai hidupnya di Bali,” kata Petrus.

“Kami masih menyelidiki apalah pelaku melibatkan warga lokal dalam video-video tersebut, namun sejauh ini kejahatan yang dia lakukan adalah di negara asalnya,” sambung Petrus.

Halaman:

Editor: Setiawan R

Sumber: Associated Press


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X