Dipotong Puluhan Juta! Daftar Harga Baru Mobil Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Nissan, Wuling

- 2 Maret 2021, 17:12 WIB
Ilustrasi Toyota Avanza (Dok Toyota)
Ilustrasi Toyota Avanza (Dok Toyota) /Toyota

JAKSELNEWS.COM - Tanggal 1 Maret 2021 menjadi hari diresmikannya pemberlakuan kebijakan pajak PPnBM 0 persen. Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 20/PMK.010/2021 Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun 2021 oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, maka terhitung 21 mobil mendapatkan harga jual yang jauh lebih rendah dari harga sebelumnya karena telah terhapus pajak PPnBM-nya.

Kendaraan roda empat yang terkena dampak pemotongan PPnBM nol persen, yaitu 5 mobil dengan merek Toyota, 2 mobil Daihatsu, 5 mobil Honda, 3 mobil Suzuki, 2 mobil Mitsubishi, 1 mobil Nissan, dan 2 mobil Wuling

Berikut ini data 21 mobil yang terkena PPnBM 0 sehingga mengalami penurunan harga:

Baca Juga: Kena Sanksi AS, Huawei Kini Rambah Pasar Mobil Listrik

Toyota

  1. Avanza harga semula Rp. 200,2 – 231,25 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp.180 – 208 juta,
  2. Rush harga semula Rp. 257,7 – 279,1 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi 231,93 – 251,19 juta,
  3. Sienta harga semula Rp. 274,7 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp.254,55 juta
  4. Yaris harga semula Rp. 257,7 – 304, 25 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi  Rp.239 – 273 juta
  5. Vios harga semula Rp.311,9 – 346,85 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp.261 – 296

Baca Juga: Makin Murah! Diskon PPnBM Bakal Pangkas Harga Mobil, Tapi Apa Sudah Layak Beli Mobil?

Daihatsu

  1. Xenia harga semula Rp.196,75 – 240,65 juta, dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp. 177,075 – 216,285 juta
  2. Terios harga semula : Rp 214,45 - 269,050 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 193,005 - 242,145 juta

Honda

  1. Mobilio harga semula : Rp 207,5 - 252,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi
    Rp 186,75 - 227,25 juta
  2. BR-V harga semula : Rp 253,5 - 296 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 228,15 - 266,4 juta
  3. Jazz harga semula : Rp 255 - 298,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 229 - 267 juta
  4. Brio harga semula : Rp 188,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 170 juta
  5. Honda HR-V harga semula : Rp 303 - 355,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi  Rp 272,7 - 319,95 juta

Baca Juga: Ogah Tertipu Beli Mobil Bekas Banjir, Ini yang Perlu Diperhatikan!

Suzuki

  1. Ertiga harga semula : Rp 210,5 - 254,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 189,45 - 208 juta
  2. XL7 harga semula : Rp 236,5 - 273,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 212,85 - 246,15 juta
  3. APV harga semula : Rp 192 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 172,8 juta

Mitsubishi 

  1. Xpander harga semula Rp 221,4 - 278,9 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 199,26 - 251,01 juta
  2. Xpander Cross harga semula : Rp 276,5 - 299,5 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 248,45 - 269,55 juta

Baca Juga: Pilihan 10 Mobil Bekas Seharga Motor, Dijual Cuma Rp 30 Jutaan Saja!

Nissan

  1.  Livina harga semula : Rp 208,3 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 187,4 juta

Wuling

  1. Confero harga semula : Rp 154,8 - 202,8 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi Rp 142,72 - Rp 187,26 juta
  2. Cortez harga semula : Rp 209 - 290 juta dengan PPnBM 0 persen harganya menjadi: Rp 188,1 - Rp 261,1 juta

Dengan diberlakukannya PPnBM 0 persen ini, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam siaran persnya pada tanggal 15 Februari berharap akan meningkatkan purchase power dan jumpstar terhadap perenomian, demikian diberitakan kembali oleh Jakselnews dari artikel Pikiran Rakyat dengan judul “Resmi Diberlakukan, Simak Perkiraan harga 21 Mobil yang Dapat Diskon PPnBM 0 Persen,” 

Dalam pernyataannya di laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. PPnBM 0 persen merupakan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi manufaktur.

Halaman:

Editor: Setiawan R

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X